Pada bulan Maret 1950 militer Belanda meninggalkan Medan. Organisasi sepak bola selama kependudukan Belanda dan semasa Negara Sumatera Timur, Voetbal Bond Medan en Omstreken (VBMO) dan Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB) yang telah berdiri sejak awal tahun 1930 –an kemudian pada tahun 1950 diubah namanya menjadi Persatuan Sepak bola Medan Sekitarnya atau yang disingkat menjadi PSMS, Sejarah Olahraga Sumatera Utara.
PSMS adalah sebuah klub sepak bola yang berasal dan berbasis di Kota Medan Ibukota Sumatera Utara. PSMS Medan didirikan pada tanggal 21 April 1950 namun sejak tahun 1930 telah berdiri sebuah klub yang bernama Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB) dibawah naungan NIVB (Nederland Indische Voetbal Bond) yaitu asosiasi klub sepak bola asuhan Belanda yang diyakini merupakan cikal bakal PSMS berdiri13. Sejak dahulu kota Medan dikenal sampai ke beberapa belahan dunia karena perkebunan tembakau Delinya, maka dari itu logo PSMS digambarkan berupa daun dan bunga tembakau Deli. PSMS Medan juga dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas.
PSMS mengalami zaman gemilang di bidang prestasi yang dibuktikannya mulai tahun 1954. Pada saat itu PSMS sering diundang dan mengundang tim-tim dari luar negeri seperti Gak Graz dari Austria, Kowloon Motorbus kesebelasan tangguh dari Hongkong, Crasshoppers, Star Soccerites Singapura dan lain-lain. Berkat kemenangan yang sering dikecap oleh PSMS dalam melawan kesebelasan luar negeri, PSMS mendapat gelar / julukan “The Killer” atau algojo pembunuh kesebelasan-kesebelasan luar negeri.
Kepengurusan PSMS Berikut adalah urutan pengurus PSMS sejak awal berdirinya tahun 1950, hingga kini yang terdiri dari : • 1951-1952 Ketua : Kompol Amir Hamzah Wakil Ketua : R.M Lubis Sekretaris : K. Panggabean, Tjong Lie Liong Bendahara : Muchtar Siregar, De Raadt, firdaus Siregar, Korver dan A.H.C. Jans • 1952-1953 Ketua : Kompol Mustafa Pane, Tengku Johan Arifin Wakil ketua : Tamas Siregar Sekretaris : B.T.S Hasibuan Bendahara : T.D Pardede, A.H.C. Jans • 1954-1955 Ketua : Drs. Soeharjo Soeryo-subroto dan dibantu oleh beberapa teman-teman. Selama dalam pimpinan Drs. Soeharjo Soeryosubroto lah PSMS mengalami zaman gemilang. • 1959-1960 Ketua Umum : Muslim Harahap Ketua I : Kompol Kadiran Ketua II : Kapten Tamas Siregar Sekretaris : Buyung Bahrum dan M Noer Situmorang Bendahara : Tan Ho Land an A.M Nasution.